Kamis, 12 Februari 2015

PPL.. Oh, PPL....




Sebelumnya gue minta maaf sebesar-besarnya kalo judul yang gue bubuhkan di postingan kali ini agak atau malah bisa masuk kategori sangat norak.. :P habis, gue bingung mau ngasih judul apaan.. ya sudahlah, tak usah dipikirkan, daripada berlama-lama dengan berputar-putar di judul yang kurang komersil itu lebih baik kita langsung meluncur ke cerita inti dari postingan gue kali ini.. CEKIDOT>>>>
Jika ditanya apa yang terlintas di kepala gue ketika mendengar kata PPL, maka hanya ada satu kata yang langsung muncul. STRESS!! gimana nggak... karena PPL ini, hampir setiap hari gue ngalamin badmood dan kehilangan selera untuk melakukan apapun. gue gak tahu apakah hal ini dialami juga oleh mahasiswa keguruan lainnya di luar sana ataukah hanya gue seorang yang menganggap PPL sebagai pengalaman yang kurang menyenangkan dan paling memicu Stress (karena gue tipikal orang yang apa-apa dipikirin). Kalau ternyata hanya gue saja yang punya persepsi seperti itu, itu artinya masalah sebenarnya ada dalam diri gue sendiri bukan pada PPL-nya. Iya kan???
Ada banyak hal yang bisa dikategorikan pemicu stress gue tentang si PPL ini.. pertama.. gue PPL di sekolah yang mana dulu gue pernah tercatat sebagai siswa di sana. Harusnya gue seneng dong... kembali ke sekolah lama, ketemu guru-guru gue dan bisa bernostalgia... tapi justru itulah yang membuat gue frustasi. Gue gak mau kembali ke sana, gue gak mau ketemu guru-guru gue (bukannya gue gak berterimakasih sama jas-jasa mereka), dan gue sama sekali gak mau bernostalgia tentang masa lalu gue selama  menyandang status siswa di sana. Sebab ada banyak (meski tidak semua) pengalaman buruk yang gue alami selama di sekolah itu dan itu cukup mengganggu.
Alasan kedua...ya.. mungkin bisa dibilang kesepian aja sih, sebenarnya temen sekelompok gue ada tiga orang, ditambah gue jadi empat orang. Masalahnya, mereka semua beda jurusan sama gue.. itu artinya gak ada bedanya kaya gue sendirian. Gak ada temen yang bisa diajakin sharing dan diskusi. Menurut gue kalo sama temen sejurusan bakalan lebih enak ketika kita pengen sharing dan ngobrol apalagi yang berhubungan sama metode pembelajaran.
Alasan ketiga yang sebenarnya masih ada sangkut paut sama alasan pertama adalah GUE MERASA NGGAK NYAMAN".. meskipun dulu gue pernah tiga tahun mengenyam ilmu di sana, duduk di kelas yang sama dan hidup di lingkungan yang sama, tapi hal itu sama sekali nggak bisa mengurangi rasa nggak nyaman yang gue rasain selama berada di sana. Ada aja hal yang bikin gue nggak betah. Apalagi pas dapet jadwal piket yang mengharuskan gue berada di sekolah sepanjang hari. Benar-benar menyiksa. Bisa lo bayangin gimana menderitanya gue, bergulat dengan perasaan itu selama berjam-jam.
Gue adalah tipikal orang yang susah buat beradaptasi dan bersosialisasi. Gue adalah jenis orang yang susah banget buat bisa akrab sama orang lain. Gue adalah orang yang sering mengalami kesulitan ketika harus menyesuaikan diri di lingkungan yang asing. Gue pemalu bahkan kadang minderan. Gue sadar dengan semua kekurangan gue itu. Gue udah berusaha untuk merubah image diri.. gue udah berusaha untuk belajar membuka diri dan menjadi orang yang menyenagkan, tapi semua itu terasa sangat menyiksa ketika gue harus melakukan hal-hal yang sama sekali bertolak belakang dengan karakter dan sifat gue. Gue merasa seperti orang lain dan respon yang gue dapat pun bisa dibilang kurang memuaskan. Contohnya ketika gue berusaha untuk menjadi prbadi yang humoris dengan melontarkan joke-joke lucu, ternyata candaan gue malah terdengar garing dan itu justru bikin gue malu dan gendok sendiri.
Terkadang gue iri sama temen gue yang bisa gampang banget deket sama orang. Sementara gue selalu canggung sepanjang waktu. Waktu ngajar pun, kadang gue sering kehabisan kata-kata ketika materi yang gue sampaikan habis.. bingung mau ngomong apalagi.. bingung mau ngelakuin apa lagi..
Sejauh ini gue udah masuk kelas sebanyak tiga kali di tiga kelas yang berbeda. Setiap kelas memiliki karakteristik yang juga berbeda satu sama lain, dan itu  menjadi tantangan sekaligus ujian yang benar-benar berat buat gue. Tapi ya sudahlah.. gue harus menjalaninya.. mau tidak mau.. suka tidak suka.. sanggup tidak sanggup.. mutlak harus gue jalani. Titik.
Gue berharap semogaa kedepannya gue bisa lebih enjoy menjalani tugas PPL ini. Semoga gue juga bisa berfikir lebih positif, karena bisa aja stress dan kecemasan gue berasal dari pikiran negatif gue. Masalah yang sebenernya gue ciptakan sendiri. Semoga dibalik stress PPL gue, akan banyak hal menyenagkan yang akan terjadi ke depannya. Hal-hal yang mungkin bakal gue kangenin dan gue ingat nanti. Amin..
Sampai hari ini gue baru menjalani minggu pertama PPL. Masih ada 11 minggu lagi... perjuangan masih sangat panjang.. jalan yang gue susuri  masih teramat sangat jauh untuh ditempuh... tapi gue nggak boleh menyerah... ya.. gue nggak boleh menyerah sampai di sini.