Minggu, 12 April 2015


NAIF
Rasanya terlalu naif
Ketika kusimpulkan setiap perhatianmu sebagai cinta
Karena nyatanya,..
Kau..
Seperti tak terjangkau
Mungkin sejajar dengan gemintang di andromeda
Kau…
seperti tak terbaca…
Laksana petuah para pujangga yang selalu menyiratkan tanda tanya
Ingin aku berhenti…
Menyerah untuk tak lagi berlari mengejarmu
Ingin aku berhenti…
Menyerah untuk tak lagi berbisik cinta di telingamu
Aku lelah..
Aku lemah…
Aku ingin menyerah…
Tapi seolah tak mendengar tuannya..
Meski kakiku telah berhenti berlari
Dan mulutku telah berhenti berbisik
Hatiku… tak pernah bisa menyerah untuk selalu mencintaimu




Pecintamu

Andai kata-kata itu dapat tersampaikan
Akankah kau melihatku?
Menganggapku ada dalam kisahmu?
Aku tahu…
Aku bukan sempurna
Bukan dewi.
Bukan malaikat
Apalagi tuhan
Aku adalah aku
Pencintamu yang biasa
Tapi bisakah?
Aku..
Pencintamu yang biasa ini
meminta ruang dalam doamu
sedikit saja..
dan menjadi salah satu hal special dalam hidupmu
sebentar saja…