Inilah akibatnya jika menggantungkan harap pada manusia. Tiada yang didapat kecuali hanya kekecewaan. Ketika yang dinanti tak kunjung hadir, ketika yang berjanji tak kunjung menepati. Maka apalagi yang tersisa kecuali rasa tersakiti yang tak kunjung pergi.
Harap itu kutumbuhkan tanpa paksaan. Saat rasa simpati menguat hingga bermetamorfosis menjadi rasa memiliki. Bukan lagi sekedar mengagumi, melainkan telah sempurna menjelma dalam wujud yang berbeda. Mungkin itulah yang sesuatu yang mereka sebut sebagai cinta.
Awalnya, kupikir hanya dengan melihat wajahnya, mendengar suaranya, memiliki hatinya saat ini sudah membuatku merasa puas. Namun aku tak tahu jika pada akhirnya rasa itu menuntut untuk menempati tempat yang lebih tinggi. Tidak, aku tak ingin hanya menjadi pengisi hidupnya saat ini saja, tapi aku berharap bisa menempati separuh ruang dari masa depannya. Egoiskah??
Jejak pena putri liliput
Rabu, 02 Maret 2016
Sabtu, 31 Oktober 2015
"TUHAN
TAHU KITA MAMPU"
Ali
Sastra Feat The jenggots
Saat kau terpuruk dan terjatuh
Pakai pundakku dan kita lawan terpuruk itu
Karena TUHAN TAHU KITA MAMPU, KITA MAMPU
Saat beban penuhi pundakmu
Genggam bahuku dan kita bagi bebanmu itu
Karena TUHAN TAHU KITA MAMPU
Pernahkah dirimu merasa gelisah begitu hebatnya
Beban yang harus engkau bawa kurasa susah, semangat patah,
Lalu kau pasrah, hentikan langkah, hingga akhirnya kau mengalah
Di saat itu kau harus tahu bahwa Tuhan sebenarnya memberi ujian padamu
Ujian untuk mengukur kadar keimananmu, ujian untuk mengangkat meninggikan levelmu
Karena tak ada ujian yang tak bisa dilalui
Karena Tuhan telah mengukur diri ini, lebih baik hadapi segala beban diri hadapi dengan ikhlas di hati..
Engkau tak sendirian menghadapi cobaan
Saudara seiman pasti kan ulurkan tangan
Kita hadapi semua dengan hati terbuka
Yakin ini hanyalah ujian semata
Saat kau terpuruk dan terjatuh
Pakai pundakku dan kita lawan terpuruk itu
Karena TUHAN TAHU KITA MAMPU, KITA MAMPU
Saat beban penuhi pundakmu
Genggam bahuku dan kita bagi bebanmu itu
Karena TUHAN TAHU KITA MAMPU
Yakin ini hanyalah ujian semata
Saat kau terpuruk dan terjatuh
Pakai pundakku dan kita lawan terpuruk itu
Karena TUHAN TAHU KITA MAMPU, KITA MAMPU
Saat beban penuhi pundakmu
Genggam bahuku dan kita bagi bebanmu itu
Karena TUHAN TAHU KITA MAMPU
Bertubi- tubi cobaan pun silih berganti seakan- akan tak
habis- habis dan tak berhenti
Kita rasakan semakin lemah setiap hari bahkan muncul keinginan tuk coba bunuh diri
Tapi sejenak cermatilah kehidupan ini, betapa luasnya karunia dari Illahi
Meski kadang di tengah, kadang di sisi, kadang di atas, kadang dibawah, kadang tak dimengerti
Sadarlah kawan, di sepanjang perjalanan sungguh hidup ini terus memberi pelajaran
Karena bagaimanapun selalu ada Tuhan yang memberikan kekuatan
Satu- persatu, seiring berjalannya waktu kita tahu sebenarnya yang Tuhan Mau
Tuhan Ingin kita jadi manusia yang TANGGUH, Tuhan ingin agar kita tak mudah tuk mengeluh
Saat kau terpuruk dan terjatuh
Pakai pundakku dan kita lawan terpuruk itu
Karena TUHAN TAHU KITA MAMPU, KITA MAMPU
Aku disini sedia menemani siap bantu jika beban itu mau kau bagi
Jangan pikirkan pamrih, hilangkan semua perih
Jangan lagi terpuruk dan tenngelam dalam sedih
Genggam erat pundakku, cengkram erat bahuku biar terbagi semua beban itu bersama
Kita maju dan melangkah tanpa ragu hapus semua pilu agar kita terus melaju
Tuhan tak pernah tidur, apalagi mendengkur
Semua ini jelas- jelas telah Tuhan ukur mungkin dengan begini kita kan tahu bersyukur
Mungkin dengan ini kita takkan pernah takabur
TUHAN ADA DISINI, DI DALAM JIWA INI
Ebiet G ade pernah melantunkan syair ini, ayo bangkit berdiri kalau perlu kita lari
Tetap semangat tuk hadapi semua ini
Kita rasakan semakin lemah setiap hari bahkan muncul keinginan tuk coba bunuh diri
Tapi sejenak cermatilah kehidupan ini, betapa luasnya karunia dari Illahi
Meski kadang di tengah, kadang di sisi, kadang di atas, kadang dibawah, kadang tak dimengerti
Sadarlah kawan, di sepanjang perjalanan sungguh hidup ini terus memberi pelajaran
Karena bagaimanapun selalu ada Tuhan yang memberikan kekuatan
Satu- persatu, seiring berjalannya waktu kita tahu sebenarnya yang Tuhan Mau
Tuhan Ingin kita jadi manusia yang TANGGUH, Tuhan ingin agar kita tak mudah tuk mengeluh
Saat kau terpuruk dan terjatuh
Pakai pundakku dan kita lawan terpuruk itu
Karena TUHAN TAHU KITA MAMPU, KITA MAMPU
Aku disini sedia menemani siap bantu jika beban itu mau kau bagi
Jangan pikirkan pamrih, hilangkan semua perih
Jangan lagi terpuruk dan tenngelam dalam sedih
Genggam erat pundakku, cengkram erat bahuku biar terbagi semua beban itu bersama
Kita maju dan melangkah tanpa ragu hapus semua pilu agar kita terus melaju
Tuhan tak pernah tidur, apalagi mendengkur
Semua ini jelas- jelas telah Tuhan ukur mungkin dengan begini kita kan tahu bersyukur
Mungkin dengan ini kita takkan pernah takabur
TUHAN ADA DISINI, DI DALAM JIWA INI
Ebiet G ade pernah melantunkan syair ini, ayo bangkit berdiri kalau perlu kita lari
Tetap semangat tuk hadapi semua ini
Hola Hola…..
Gimana lagunya??
Asyik kan?? Udah termotivasi belum?? Hehehe..
Ga tau nih,
tiba-tiba kepikiran pengen ngepost lagu ini.. akhir-akhir ini emang lagi
seneng-senengnya dengerin lagu Nasyid. Lagi butuh banget sama yang namanya obat
hati. maklum sedang dilanda kegalauan bertubi-tubi. huhu
Kalau lagi gini
iman emang lagi naik-naiknya. Ibadah makin getol,
berdoa makin khusyuk, sama Allah jadi
berasa deket banget. Udah jadi tabiat manusia kali ya, kalau lagi banyak
masalah, baru deh inget sama Allah.. Kalau lagi seneng mah boro-boro.. lebih banyak lupanya dibandingin ingetnya.
Astaghfirullah… L
Ya sudahlah..
sebelum postingan ini berubah menjadi sesi curhat yang tak penting, mendingan
kita balik lagi ke laptop.hehehe.. (udah basi…)
Lagu “TUHAN TAHU
KITA MAMPU”ini dinyanyiin sama Ali Sastra feat The Jenggots. Gue baru dengerin
lagu ini kemaren di salah satu event.
Waktu itu The jenggots memang menjadi salah satu pengisi acara. Total mereka
nyanyiin tiga lagu diantaranya lagu A bat a tsa, Semangka dan terakhir lagu “TUHAN
TAHU KITA MAMPU” ini. Pas pertama denger, gue langsung jatuh cinta..hahaha..
lagunya easy listening banget dan
nempel banget di kepala sampe sekarang.. mungkin karena gue ngerasa lagu ini
jleb banget dan emang kebetulan liriknya pas sama apa yang lagi gue alamin
sekarang. Jadi ya….KLOP deh pokoknya… hahaha
Intinya gue
rekomen banget lagu ini buat kalian yang lagi butuh banget dimotivasi. Selain lagu
ini gue juga rekomen lagu “Semangka” . Lagunya ga kalah enak juga lho.. bikin nge-charge semangat banget.. Biasanya
gue ga terlalu suka lagu-lagu hiphop ataupun Rap, tapi lagu-lagu the
jenggots beda. Rekomen pisan lah
pokoknya… Sok lah… selamat
mendengarkan saja ya kawan-kawan… ^^
Minggu, 12 April 2015
NAIF
Rasanya terlalu naif
Ketika kusimpulkan
setiap perhatianmu sebagai cinta
Karena nyatanya,..
Kau..
Seperti tak terjangkau
Mungkin sejajar dengan
gemintang di andromeda
Kau…
seperti tak terbaca…
Laksana petuah para
pujangga yang selalu menyiratkan tanda tanya
Ingin aku berhenti…
Menyerah untuk tak lagi
berlari mengejarmu
Ingin aku berhenti…
Menyerah untuk tak lagi berbisik
cinta di telingamu
Aku lelah..
Aku lemah…
Aku ingin menyerah…
Tapi seolah tak
mendengar tuannya..
Meski kakiku telah
berhenti berlari
Dan mulutku telah
berhenti berbisik
Hatiku… tak pernah bisa
menyerah untuk selalu mencintaimu
Pecintamu
Andai kata-kata itu
dapat tersampaikan
Akankah kau melihatku?
Menganggapku ada dalam
kisahmu?
Aku tahu…
Aku bukan sempurna
Bukan dewi.
Bukan malaikat
Apalagi tuhan
Aku adalah aku
Pencintamu yang biasa
Tapi bisakah?
Aku..
Pencintamu yang biasa
ini
meminta ruang dalam
doamu
sedikit saja..
dan menjadi salah satu
hal special dalam hidupmu
sebentar saja…
Kamis, 12 Februari 2015
PPL.. Oh, PPL....
Sebelumnya gue minta maaf sebesar-besarnya kalo judul yang gue bubuhkan di postingan kali ini agak atau malah bisa masuk kategori sangat norak.. :P habis, gue bingung mau ngasih judul apaan.. ya sudahlah, tak usah dipikirkan, daripada berlama-lama dengan berputar-putar di judul yang kurang komersil itu lebih baik kita langsung meluncur ke cerita inti dari postingan gue kali ini.. CEKIDOT>>>>
Jika ditanya apa yang terlintas di kepala gue ketika mendengar kata PPL, maka hanya ada satu kata yang langsung muncul. STRESS!! gimana nggak... karena PPL ini, hampir setiap hari gue ngalamin badmood dan kehilangan selera untuk melakukan apapun. gue gak tahu apakah hal ini dialami juga oleh mahasiswa keguruan lainnya di luar sana ataukah hanya gue seorang yang menganggap PPL sebagai pengalaman yang kurang menyenangkan dan paling memicu Stress (karena gue tipikal orang yang apa-apa dipikirin). Kalau ternyata hanya gue saja yang punya persepsi seperti itu, itu artinya masalah sebenarnya ada dalam diri gue sendiri bukan pada PPL-nya. Iya kan???
Ada banyak hal yang bisa dikategorikan pemicu stress gue tentang si PPL ini.. pertama.. gue PPL di sekolah yang mana dulu gue pernah tercatat sebagai siswa di sana. Harusnya gue seneng dong... kembali ke sekolah lama, ketemu guru-guru gue dan bisa bernostalgia... tapi justru itulah yang membuat gue frustasi. Gue gak mau kembali ke sana, gue gak mau ketemu guru-guru gue (bukannya gue gak berterimakasih sama jas-jasa mereka), dan gue sama sekali gak mau bernostalgia tentang masa lalu gue selama menyandang status siswa di sana. Sebab ada banyak (meski tidak semua) pengalaman buruk yang gue alami selama di sekolah itu dan itu cukup mengganggu.
Alasan kedua...ya.. mungkin bisa dibilang kesepian aja sih, sebenarnya temen sekelompok gue ada tiga orang, ditambah gue jadi empat orang. Masalahnya, mereka semua beda jurusan sama gue.. itu artinya gak ada bedanya kaya gue sendirian. Gak ada temen yang bisa diajakin sharing dan diskusi. Menurut gue kalo sama temen sejurusan bakalan lebih enak ketika kita pengen sharing dan ngobrol apalagi yang berhubungan sama metode pembelajaran.
Alasan ketiga yang sebenarnya masih ada sangkut paut sama alasan pertama adalah GUE MERASA NGGAK NYAMAN".. meskipun dulu gue pernah tiga tahun mengenyam ilmu di sana, duduk di kelas yang sama dan hidup di lingkungan yang sama, tapi hal itu sama sekali nggak bisa mengurangi rasa nggak nyaman yang gue rasain selama berada di sana. Ada aja hal yang bikin gue nggak betah. Apalagi pas dapet jadwal piket yang mengharuskan gue berada di sekolah sepanjang hari. Benar-benar menyiksa. Bisa lo bayangin gimana menderitanya gue, bergulat dengan perasaan itu selama berjam-jam.
Gue adalah tipikal orang yang susah buat beradaptasi dan bersosialisasi. Gue adalah jenis orang yang susah banget buat bisa akrab sama orang lain. Gue adalah orang yang sering mengalami kesulitan ketika harus menyesuaikan diri di lingkungan yang asing. Gue pemalu bahkan kadang minderan. Gue sadar dengan semua kekurangan gue itu. Gue udah berusaha untuk merubah image diri.. gue udah berusaha untuk belajar membuka diri dan menjadi orang yang menyenagkan, tapi semua itu terasa sangat menyiksa ketika gue harus melakukan hal-hal yang sama sekali bertolak belakang dengan karakter dan sifat gue. Gue merasa seperti orang lain dan respon yang gue dapat pun bisa dibilang kurang memuaskan. Contohnya ketika gue berusaha untuk menjadi prbadi yang humoris dengan melontarkan joke-joke lucu, ternyata candaan gue malah terdengar garing dan itu justru bikin gue malu dan gendok sendiri.
Terkadang gue iri sama temen gue yang bisa gampang banget deket sama orang. Sementara gue selalu canggung sepanjang waktu. Waktu ngajar pun, kadang gue sering kehabisan kata-kata ketika materi yang gue sampaikan habis.. bingung mau ngomong apalagi.. bingung mau ngelakuin apa lagi..
Sejauh ini gue udah masuk kelas sebanyak tiga kali di tiga kelas yang berbeda. Setiap kelas memiliki karakteristik yang juga berbeda satu sama lain, dan itu menjadi tantangan sekaligus ujian yang benar-benar berat buat gue. Tapi ya sudahlah.. gue harus menjalaninya.. mau tidak mau.. suka tidak suka.. sanggup tidak sanggup.. mutlak harus gue jalani. Titik.
Gue berharap semogaa kedepannya gue bisa lebih enjoy menjalani tugas PPL ini. Semoga gue juga bisa berfikir lebih positif, karena bisa aja stress dan kecemasan gue berasal dari pikiran negatif gue. Masalah yang sebenernya gue ciptakan sendiri. Semoga dibalik stress PPL gue, akan banyak hal menyenagkan yang akan terjadi ke depannya. Hal-hal yang mungkin bakal gue kangenin dan gue ingat nanti. Amin..
Sampai hari ini gue baru menjalani minggu pertama PPL. Masih ada 11 minggu lagi... perjuangan masih sangat panjang.. jalan yang gue susuri masih teramat sangat jauh untuh ditempuh... tapi gue nggak boleh menyerah... ya.. gue nggak boleh menyerah sampai di sini.
Kamis, 01 Januari 2015
TULISAN RANDOM SEPUTAR COMEBACK
EXO 2015
Seperti biasa di sela-sela ngerjain
tugas kuliah, kalo lagi ada kuota internet, gue bela-belain nyempetin buat
searching berita terbaru boyband favorit gue EXO. Rasanya ada yang kurang aja
kalo internetan ga update info terbaru mereka, lagipula akhir-akhir ini karena
kesibukan dan semacamnya gue udah jarang banget internetan. Makanya sekalian
ngobatin rasa kangen gue sama dua belas alien tampan itu gue sempetin buat
kepoin mereka. (jangan ditiru sodara-sodara..)
Tanpa buang waktu, gue langsung
meluncur ke situs-situs penyedia informasi kpop favorit gue, dan perhatian gue
langsung tersedot sama satu artikel yang isinya kurang lebih ngumumin kalo EXO
mau comeback awal januari 2015 ini. Demi apa.. perasaan gue di situ campur aduk
banget antara seneng dan…. Sedih dalam waktu bersamaan. Seneng pastinya karena
setelah sempet didera berbagai masalah sejak MV terakhir mereka, akhirnya EXO
comeback juga. Sedih.. tentusaja karena ini pertamakalinya EXO comeback dengan
personil yang gak lengkap. (AMBIL TISU KELUARIN INGUS SAMBIL NGELIATIN FOTO
KRIS SAMA LUHAN)
Gue bener-bener jadi mellow saat itu
juga. Langsung ke inget ke masa-masa dua tahun ke belakang waktu pertamakali gue
kenal dan langsung terhipnotis sama alien-alien tampan itu. Pertamakali gue
tahu EXO dari adik kelas gue yang langsung nyekokin video-video KPOP ke gue.
Awalnya gue ini termasuk anti banget sama KPOP, soalnya gue ngerasa kurang srek
aja sama style mereka terutama cowok-cowoknya yang terkesan kemayu itu. Makanya
waktu temen-temen SMA gue lagi gila-gilanya sama Super Junior, gue mah adem
ayem aja, malah gue bingung sendiri apa sih yang mereka suka dari cowok-cowok
jago dandan dan doyan joget-joget, apalagi sampai hafal lagu-lagu mereka yang
menurut gue bahasanya susahnya naudzubillah banget. Tapi ga tau karma atau
apa.. dari kebencian itu sekarang gue malah jadi jatuh cinta bahkan bisa
dibilang “kecanduan” sama KPOP. Ternyata kalo didengerin baik-baik lagu mereka
easy listening juga ya.. apalagi kalo diliat-liat muka para personilnya pada
unyu-unyu semua..
Gue emang lebih dulu kenal suju
dibanding EXO. (yaiyalah… orang mereka beda generasi)
Gue suka lagunya dan gue juga udah
jatuh cinta sama Donghae dan Sungmin. Wajar aja.. waktu itu kan Suju memang
lagi ngehit banget di kalangan remaja ababil kaya gue. Sebagai newbie di dunia
perkpopan, waktu itu gue lagi antusias-antusianya dan lagi bener-bener Kepo sama
hal-hal berbau KPOP apalagi SUJU. Kebetulan waktu itu adik kelas gue lagi main
ke rumah bawa laptopnya. Seperti biasa, kalo dia bawa laptop biasanya gue
kepoin dulu, ya.. sekedar nyari-nyari film atau serial anime terbaru, dan yang
gue temukan ternyata adalah folder harta karun berisi MV-MV KPOP yang super banyaknya.
(UNTUNG HARDISKNYA GA MELEDAK YA). Tanpa pikir panjang gue langsung minta MV-MV
itu sama dia. Adik kelas gue itu emang penggila KPOP yang sudah cukup akut,
waktu tahu gue udah mulai terinfeksi virus KPOP, dia malah kegirangan dan
dengan senang hati ngebagi MV-MV itu ke
Laptop gue. Awalnya sih gue Cuma mau minta MV SUJU aja, tapi dia bilang
“Boyband ama Girlband lain juga keren-keren kok kak..” akhirnya gue memutuskan
buat koleksi yang lain juga.. (KOK GUE JADI CURHAT YA…)
Singkat kata, waktu gue muter MV-MV
itu secara acak, ketemulah gue sama MV EXO pertama dalam hidup gue. Gue
pertamakali kenal EXO M, dan MV yang pertamakali gue tonton adalah Hystory. Gue
sempet bingung juga sih, karena ternyata lagunya bahasa mandarin bukan korea,
tapi yaudah gue terusin nonton aja.. Demi apa, entah kenapa disitu gue
bener-bener terhipnotis sama sosok cowok tinggi, tampan, berahang tegas dan
bersorot mata tajam ala cowok-cowok di manga (waktu itu gue belom tahu kalo
namanya Kris). Secara dia tipe gue banget…. Dia bener-bener mematahkan persepsi
gue selama ini kalo cowok-cowok korea itu kemayu (awalnya gue kira dia orang
korea, eh ternyata Chinese tulen, soalnya gue kira mereka boyband korea dengan
single berbahasa Mandarin kaya SUJU gitu lah..)
Dari Kris itulah gue jatuh cinta sama
EXO. Gue mulai Kepo.. nyari info tentang mereka di internet dan cari MV-MV lain
mereka. Belakangan gue baru tahu kalo EXO dibentuk sebagai grup kembar yaitu
EXO K (Ditujukan untuk pasar music Korea) dan EXO M (Ditujukan untuk pasar
music China). Gue langsung download MV-MV mereka kayak MAMA, WHAT IS LOVE DAN
ANGEL. Dan…… ternyata hal itu membuat gue terperosok lebih jauh dengan pesona
mereka.
Tidak hanya EXO M gue juga mulai
kenal EXO K, gue selalu mengikuti setiap berita terupdate mereka. Tak hanya MV
mereka, gue juga bela-belain download acara- acara yang mulai mereka ikuti
mulai dari variety show, interview, gameshow, acara music dll sampe hard disc
laptop gue penuh sama video mereka dan kantong gue terus menipis karena
terus-terusan buang duit buat beli pulsa modem. Tapi ya sudahlah… demi EXO gue berani
berkorban.
Meskipun awalnya gue sempet ngerasa
kesulitan membedakan masing-masing member, tapi akhirnya gue berhasil menghafal
nama dan wajah mereka satu persatu. Biarpun awalnya semua kelihatan mirip, tapi
ternyata masing-masing member punya keunikan dan kekhasannya masing-masing. Dan
itu yang bikin gue tambah suka sama EXO. Awalnya gue cuma ngebias KRIS, tapi
lama-lama gue mulai suka sama member yang lain.. gue suka banget sama Luhan
yang manly tapi mukanya super imut, Sehun si maknae yang selalu bikin gemes,
Baekhyun sama Chanyeol si biang rusuh, leader Suho yang kebapakan banget, si
danching machine Kai yang jika dilihat sekilas mukanya mirip Taemin, D.O yang
kikuk tapi suaranya paling lembut, Lay dengan ekspresi datarnya,Tao yang
mukanya sangar tapi hatinya pink, Chen dengan suaranya yang amazing menurut
gue, sekilas info, gue punya temen yang mukanya lumayan mirip Chen.. Chen KW 5
kali ya,.. makanya kalo ketemu dia gue selalu pengen ketawa sendiri…(abaikan
berita tak penting ini) dan tentu saja bang Xiumin si kakak tertua. Karena itu,
beberapa saat gue sempet gonta ganti bias, tapi akhirnya gue memutuskan untuk
tetap menaruh Kris di posisi pertama, disusul Sehun diposisi kedua dan Luhan
diposisi ketiga.
Sampai akhirnya berita paling
mengejutkan dalam hidup gue itu muncul ke permukaan. Kris keluar dari EXO dan
mengajukan gugatan ke SM. Sumpah.. gue galau banget.. lebay emang.. tapi itulah
kenyataannya. (Kris.. bisa-bisanya setelah bikin gue OVERDOSE terus lo keluar gitu
aja??? Benar-benar tak bisa dimaafkan.) Gue ga pernah nyangka kalau
efek keluarnya Kris bisa sangat berpengaruh pada kehidupan gue. Sebegitu
cintanya kah gue sama Kris, sampe-sampe gara-gara dia keluar dari EXO hidup gue
mendung selama beberapa hari. Beneran… selama beberapa hari itu gue berasa kayak
mayat hidup aja, ga mood ngapa-ngapain.
Berbagai spekulasi bermunculan di
kepala gue, tentang apa alasan
sebenarnya Kris memutuskan untuk berhenti. Tapi entah kenapa ingatan gue langsung
melayang ke peristiwa satu tahun silam, menjelang EXO comeback dengan tembang
WOLF. Bukankah ketika itu sempat menyebar rumor bahwa Kris akan keluar dari
grup karena tak siap dan merasa tak cocok dengan kehidupan sebagai selebritis
yang dijalaninya. Apakah ada benang merah dari dua peristiwa ini?? Tapi semua
itu langsung terpatahkan ketika gue ga sengaja baca sebuah artikel yang
menyebutkan kalau Kris keluar dari EXO karena sakit parah. (sumpah gue sedih,
dan karena artikel ini gue mulai bertekad untuk mengikhlaskan Kris.. gue
putuskan untuk mendukung keputusan Kris jika alasannya karena kesehatan.) Tapi
selang beberapa waktu kemudian, muncul berita lain yang lebih mengejutkan. “KRIS MAIN FILM DI TIONGKOK”. Katanya
sakit, kok malah main film sih abang KRIS… Gue kecewa.. jujur gue
kecewa.. tapi setelah gue fikir lagi.. ya sudahlah.. mungkin itu yang terbaik
menurut dia..
Gue udah mulai move on dari Kris,
ketika akhirnya gue dibuat shock untuk yang kedua kalinya oleh rumor yang
hampir sama.. LUHAN KELUAR!!!!! Lagi???
Apa gue harus galau lagi??? Kenapa harus LUHAN?? Kenapa harus bias gue
lagi???
Sebenernya tanda-tanda kalau Luhan
bakal keluar udah gue cium jauh-jauh hari. Waktu dia absen di beberapa kegiatan
dan konser EXO, gue merasa ada yang mulai nggak beres dan akhirnya apa yang gue
takutkan benar-benar terbukti. Berbeda dengan kepergian Kris yang dipenuhi
berbagai spekulasi dan intrik, proses keluarnya Luhan bisa dibilang lebih
damai. Member EXO juga kayanya lebih ikhlas dan merelakan Luhan. Mungkin mereka
juga tak tega membiarkan Luhan memaksakan diri bertahan di EXO dengan kondisi
kesehatannya yang semakin lama semakin memburuk. Menurut rumor, alasan
keluarnya Luhan dari EXO adalah karena atmosfir kerja yang kurang nyaman dan
schedule yang luar biasa padat sehingga berpengaruh buruk pada kesehatannya. Luhan dikabarkan sering
mengalami sakit kepala yang parah dan kesulitan tidur akibat kelelahan karena
terlalu diforsir. Tapi beberapa waktu kemudian, LUHAN JUGA MAIN FILM DI TIONGKOK.
Dalam hal ini kita tidak bisa
menyalahkan siapapun. Baik Luhan maupun Kris, gue yakin sebelum mengambil
keputusan, keduanya sudah mempertimbangkanya dengan matang. Jika menurut mereka
keputusan ini memang yang terbaik, yang bisa gue lakukan hanyalah mendukungnya.
Meskipun gue kecewa.. tapi sebagai fans, gue selalu mengharapkan yang terbaik
buat mereka. Entah itu kesehatan, karir dan kehidupan mereka.
Sekarang.. ketika EXO mengumumkan
akan comeback dengan 10 member, yang gue rasakan adalah…. Kangen……. Gue kangen
mereka tampil ber-12. Gue kangen liat tingkah konyol mereka di happy camp sama EXO Showtimes, gue
kangen liat tingkah konyolnya Kris, gue kangen sama cara ketawa malu-malunya
Luhan. Gue kangen mereka teriak “WE ARE ONE!!” , Gue kangen… gue kangen,…
mereka yang dulu..
Senin, 13 Oktober 2014
EXO FANFICTION from EXONESIA PLANET
Aku masih berdiri di sudut perpustakaan yang sepi.
Bersembunyi di balik rak buku yang berada tepat berseberangan dengan tempat
duduk gadis bernama Park Hyemi itu. Masih asyik mengamati dan mencuri setiap
ekspresinya dari jauh. Sebuah kebiasaan baru yang tak pernah kutinggalkan
semenjak pertamakali melihatnya di tempat ini dua tahun lalu.
Tanganku yang masih gemetar, sejak tadi terus
menggenggam sebuket bunga red camellia yang dirangkai apik dan dihiasi pita
cantik berwarna merah hati. Kata orang red camellia melambangkan rasa cinta
yang terus menyala. Maka aku sengaja memilih bunga itu agar Hyemi tahu bahwa
perasaan cintaku padanya akan terus menyala dan tak akan pernah padam. Romantis
bukan? Tapi bagaimana mungkin perasaanku akan tersampaikan jika untuk
mendekatinya saja aku masih belum punya nyali.
Lihat saja, sejak tadi keringat terus membanjiri
keningku. Jantungku berdegup tak beraturan. Sementara itu dua sisi hatiku masih
saling berdebat apakah aku harus menyerahkan buket bunga itu padanya atau
tidak. Keberanian. Itu yang kubutuhkan
saat ini. Setelah memendam perasaan padanya selama dua tahun, haruskah aku menyerah
dan berakhir sebagai pencundang? Tentu tidak! Ini saatnya. Ini waktu yang tepat
untuk menyatakan perasaanku padanya.
Kuberanikan diri melangkah mendekatinya. Suara
ketukan sepatuku menggema di ruang perpustakaan yang sepi dan lengang. Kuatur
nafas, berusaha menenangkan ritme jantungku sekaligus menekan rasa gugup yang
seolah tak mau pergi sejak tadi. Keringat di keningku tak lagi bertimbulan,
tapi sudah menyungai membasahi wajahku yang kutebak pastilah sudah memucat
seperti mayat. Aura dingin menyelimuti tubuhku, seperti baru saja dilemparkan
paksa ke salju abadi di puncak Himalaya. Kakiku semakin lama semakin tak
bertenaga. Seolah-olah semua tulang yang menopangnya melunak secara tiba-tiba
seperti habis dipresto. Dan ketika berada tepat di dekatnya, nyawaku seperti
melayang jauh meninggalkan raga, karena aku sama sekali tak bisa bergerak,
bahkan untuk sekedar melontarkan sapaan sederhana padanya.
“Kyungsoo Sunbae.. “ gadis berambut cokelat itu
menghentikan aktivitas membacanya lalu mengalihkan perhatiannya padaku yang
kini sudah berdiri tepat di seberang mejanya. Ia terus mengamatiku yang hanya
melongo sambil menggenggam buket red camellia seperti orang dungu.
“Kyungsoo Sunbae, kau baik-baik saja kan? Ada yang
bisa kubantu?” Tanya gadis itu khawatir. sambil menutup buku setebal 560
halaman yang sejak tadi dibacanya lalu menaruhnya spontan di atas meja sehingga
menimbulkan bunyi debuman yang cukup keras.
“Ne.. aku baik-baik saja.. Hyemi-ah.. emh.. aku..
aku…” sial! Aku tak pernah tahu bahwa menyatakan cinta bisa sesulit ini.
Ayolah… kau pasti bisa Kyungsoo. “Hyemi..aku…”
“Cantik sekali, itu red camellia kan?” belum sempat
kulanjutkan kalimatku, Hyemi tiba-tiba menyela ucapanku. Gadis itu menunjuk
buket red camellia di tanganku dengan antusias.
“Ya.. “ jawabku pendek. Hyemi bergegas bangkit dari
kursinya, lalu beranjak mendekatiku. Membuatku semakin salah tingkah dibuatnya.
“Sunbae.. apa kau tahu, setiap bunga punya arti
tesendiri?” aku hanya diam saja, tak begitu merespon ucapannya. Bukannya karena
tak ingin, tapi karena aku belum bisa mengendalikan rasa terkejutku atas
sikapnya yang benar-benar tak terduga.
“Sunbae.. setiap bunga punya maknanya tersendiri. Contohnya
jasmine yang melambangkan kesucian cinta, edelwais yang melambangkan keabadian
dan red camellia….”
“melambangkan cinta abadi yang akan terus menyala..”
kini giliranku menyela ucapannya. Ia tampak sedikit terkejut dengan ucapanku
yang tiba-tiba. “ternyata sunbae tahu banyak juga tentang bunga..” pujinya
sambil tersenyum tulus. Memamerkan lesung pipit di pipi kirinya yang membuatnya
terlihat semakin manis.
“Ah.. tidak.. aku hanya tahu sedikit..” sanggahku
cepat sambil buru-buru menundukan wajah karena malu. Aku yakin pasti wajahku
sekarang sudah memerah seperti red camellia di tanganku.
“jadi.. tadi sunbae ingin bicara apa? Apa ada
sesuatu yang penting?” Tanya gadis itu lagi. Kuberanikan diri mengangkat wajah
lalu menatap tepat ke arah mata hazelnya yang selalu tampak jernih. Detik
berikutnya kukumpulkan nyali untuk menyerahkan buket red camellia itu padanya.
“untukmu…” katakku pelan.
“Untukku?” Hyemi menatapku tak percaya yang hanya
kubalas dengan sebuah anggukan kecil untuk meyakinkannya. “Ah.. terimakasih
sunbae… tapi.. kenapa sunbae memberikan ini padaku?” gadis itu menyipitkan
matanya. Lalu menatapku dengan tatapan menyelidik.
“Tentu saja karena aku menyukaimu.. sudah sejak
lama dan aku….”
“Hyemi..” belum sempat kuselesaikan kalimatku,
sebuah suara membuatku tersentak. Seorang cowok tinggi berambut blonde berjalan
kearah kami. Kris. Aku mengenalnya karena kami berada di kelas yang sama sejak
kelas satu. Meskipun begitu, hubungan kami tak bisa dikatakan baik. Aku dan
Kris seperti dilahirkan untuk saling bersaing. Ia adalah rival terberatku dalam
berbagai hal. Entah itu akademik, olahraga bahkan popularitas. Dan aku
benar-benar pensaran kenapa cowok menyebalkan ini memanggil Hyemi. Apa mereka
saling mengenal?
Namun rasa penasaranku segera berubah menjadi rasa
terkejut ketika kulihat ekspresi Hyemi yang berubah ketika Kris datang. Gadis
itu tersenyum cerah lalu menyambut kedatangan cowok itu dengan hangat.
“Oppa.. kau terlambat, aku sudah menunggumu sejak
tadi, kupikir kau lupa rencana nonton kita hari ini…” Ujar gadis itu manja.
“Ah.. ya..
maaf, oppa ada keperluan dulu di ruang guru. jadi.. kita berangkat sekarang
Hyemiku yang manis?” Kris membelai rambut Hyemi mesra. Dan aku hanya menjadi
penonton drama romantis mereka siang itu.
“Kyungsoo? Apa yang kau lakukan?” Kris bertanya
dengan nada suara yang terdengar memuakkan sambil menatapku remeh. “kau tidak
sedang menggoda pacarku kan?” Ia tersenyum sinis. Pacar?? Mereka pacaran??
Sejak kapan?? Pertanyaan-pertanyaan itu terus berputar di kepalaku.
“Oppa, jangan salah faham, kami hanya mengobrol
biasa. Benar kan Sunbae?” Hyemi melemparkan pandangan ke arahku. Seolah meminta
dukungan agar Kris tak menuduh kami melakukan sesuatu yang macam-macam.
“Oppa, Ayo, kita berangkat sekarang..” Hyemi
melingkarkan tangannya di lengan Kris.
“Sunbae.. terimakasih bunganya.. tapi maaf aku
tidak bisa menerimanya…” Hyemi membungkukan tubuhnya sembilan puluh derajat setelah
menyerahkan kembali buket red camellia itu padaku. Kemudian ia pergi
meninggalkanku sambil bergelayut manja di lengan Kris yang masih terus
melemparkan tatapan mengejek ke arahku. Sampai sosok keduanya menghilang dari
pandanganku, aku masih tertegun di tempatku berdiri. Masih melongo dengan mulut
terbuka, seperti orang bodoh.
Kurasakan detak jantungku masih tak beraturan.
Tubuhku masih gemetar. Dan kakiku masih lemas seperti tak bertulang. Bukan.
Kali ini bukan karena aku sedang jatuh cinta, melainkan karena aku sedang patah
hati.
Kembali kutatap buket red camellia di tangan
kananku. Cinta yang terus menyala?? Ah..
omong kosong.. kenyataannya perasaan cinta yang sudah kupelihara selama dua
tahun lamanya bisa semudah itu padam hanya dalam beberapa detik saja.
Langganan:
Postingan (Atom)